Udah tau kan kalau nandra butuh terapi motorik kasar dan halus. Jadi kalau menendang atau menangkap bola Nandra masih belajar dan belum secanggih teman-temannya.
Waktu di sekolah Nandra sedang bermain bola bersama teman-temannya. Nendangnya belum jago. Diketawain. Mau tau Nandra jawab apa?
" Biarin belum bisa nendang bola. Aku bisa bahasa inggris kog. Kalian ga. "
Dan teman-temannya terdiam.
Alhamdulillah bisa ngebela diri. Terus belajar ya Dek. Nanti pasti bisa.
Jadi ceritanya di kantor Ayah baru dipasang tv kabel. Karena baru, Ayah dapat gratis satu bulan semua channel. Dan disinilah nandra bertemu channel Jim Jam . TV kabel di rumah memang sudah diupgrade ke paket anak-anak. Tapi jim jam ini tidak termasuk dalam paket anak-anak tersebut. Harus nambah IDR 25.000 per bulan.
ini Mio Mao, salah satu tayangan lucu di Jim Jam
Ngelihat nandra senang nonton jim jam ayah jadi kepengen berlangganan. Ngobrol sama Bunda, kata Bunda ga usah. Saluran yang ada sekarang masih cukup. Biasa mama-mama irit. Hihi
Nandra dan ayah manut namun tetap berharap.
Sampai suatu hari saat Nandra diajak pulang setelah bertandang ke kantor Ayah
Nandra : Ayah.. remote tv kantor dibawa pulang ke rumah ya
Ayah : Buat apa?
Nandra : Buat nonton Jim Jam. Besok dibawa lagi ke kantor
Ayah : *langsung nelpon tv kabel buat tambah paket*
Hihi... jadi Nandra kira kalau pakai remote kantor, tv di rumah bisa menanyangkan chanel Jim Jam. Padahal kan tayang apa enggak tergantung kartunya bukan remotenya. -___-
Anak Langit menggunakan metode reward sebagai pembelajaran. Setiap anak yang berlaku baik akan mendapat sticker di kartunya. Nanti di akhir semester dihitung. Siapa yang mendapaatkan sticker terbanyak dapat hadiah.
Dan semester ini Nandra peraih sticker terbanyak. Yay!
Pertama kali main ke Ciater itu bulan November kemarin saat Genpa dan Genma datang ke Bandung. Mau ngantar Mbah Buyut Betina-nya Nandra jalan-jalan ke Jawa.
Cerita sedikit ya soal Mbah Buyut.Mbah Buyut Betina selalu pakai kebaya dan kain. Badannya kecil. Ngomong bahasa Indonesianya bagus banget. Makannya sedikit banget. Mungkin karena sudah tua. Mbah Buyut ini orang jawa asli yang ikut program transmigrasi ke Baturaja, Palembang.
Di Palembang Mbah Buyut Lanang (Wahono, Alm) bekerja sebagai masinisnya PT KAI. Dulu Mbah Buyut Wahono suka bawa buah-buahan ke cucu-cucunya yang di Palembang kalau sedang dinas kesana. Dari semua anak Mbah Buyut yang keluar dari Baturaja memang cuma Genpa Sucipto.
Gara-gara ada orang yang bunuh diri dengan cara melemparkan diri ke depan kereta, Mbah Buyut berhenti jadi masinis. Tapi sampai sekarang Mbah Buyut Betina masih tinggal di perumahan PT KAI. Jarak rumah Mbah Buyut ke stasiun dekat banget. Kalau ada kereta lewat suaranya pasti kedengaran, Nandra juga suka diajak Ayah main ke stasiun setiap ke Baturaja. Lihat-lihat gerbong kereta yang kosong.
Jadi ini pertama kalinya Mbah Buyut kembali ke jawa sejak pergi ke Palembang. Pulang dari jawa, Mbah buyut kita ajak main ke pemandian air panas di Ciater.Sepertinya airnya terlalu panas untuk anak kecil. Nandra cuma main sebentar, pedih katanya. Selebihnya main cuci baju dan pergi ke playground. Sayang perginya kesorean jadi kita ga sempat coba wahana-wahana lain. Penasaran banget sama rumah hantunya.
Pulang dari sana Nandra tidur pulas di mobil. Aybun beserta om Wahyu naik motor hujan-hujanan.
________________________
Kali kedua main ke ciater itu bulan Januari 2011 saat Bube dan Om Surya liburan ke Bandung. Kali ini kita semua naik motor. Sepanjang jalan Nandra tidur pulas. karena kelaparan kita berhenti makan dulu di Kafe I love U. Makanannya enak-enak dan bisa ditawar lagi. Hihi.
Setelah makan-makan kita meneruskan perjalanan.
Dan teori air ciater terlalu panas untuk Nandra terbukti. Nandra tetap ga mau berendam lama-lama walau sudah malam dan udaranya dingin banget. Nandra lebih suka duduk sambil ngemilin keripik. (-__-)
Sepertinya ga akan main kesini lagi ya Yah?
Oh ya.. kalau mau ke ciater di akhir minggu dan malas kejebak macet bisa milih jalan ke arah dago atas. Naik terus.... di persimpangan kedua, ambil kiri (kalau ke kanan itu ke arah cafe-cafe yang kayak sierra). Kalau bingung tanya arah Maribaya ke penduduk sekitar. Lurus terus ikutin jalan. Nanti ketemu simpang empat yang kalau kurus ke curug omas (maribaya) ambil kiri. Tanya arah ke pasar lembang. Dari situ ketemu pelatihan polisi yang ada patung helikopter, ambil kiri. Nyampe deh di pasar lembang tinggal teruskan ke ciater.
Tanggal 25 Desember kemarin, Nandra bagi rapor semester pertama sekaligus pentas seni. Minggu-minggu terakhir sekolah sudah tidak ada kegiatan belajar, cuma persiapan panggung aja. Setiap pulang sekolah Bunda selalu nanya "Tadi latihan panggungnya gimana? Nyanyi apa? Narinya gimana?" Dan selalu dijawab Nandra "Ga tauuuuu.... Ga ingat" Haduhhhh! Gimana waktu pentas ya..
Lokasi pembagian rapornya di Tabuga, Punclut. Tabuga ini merupakan tempat makan dengan pemandangan kota yang dilengkapi flying fox, ATV, fun boat, ladang jagung, dan arena field trip gitu. Yang punya Tabuga mamanya Reisha, jadi deh perpisahannya disini. Apalagi di Tabuga ada panggung yang biasanya digunakan untuk live music.
Sembari nungguin adik-adik PG pakai kostum Nandra bantuin Ayah ngebongkarin celengan teman-teman karena celengannya keras banget, sehingga orang tua yang lain pasti membutuhkan bantuan profesional.
Ayah ahli bongkar celengan? Dulu waktu celengan Nandra udah penuh padahal belum satu semester, celengannya dibongkar Ayah dan uang-uang recehnya diganti Ayah dengan uang gede. sayangnya karena jadi ringan Nandra jadi malas nabung. (-__-) Waktu dibongkar pertama kali isinya 230ribu, sekarang cuma nambah 44rb aja.. ckckckck... *setrap*
Akhirnya setelah dinanti-nanti acara dibuka dengan pembacaan Al Quran oleh Touriq dan saritilawah oleh Zya.
Kostum Panggung Nandra ada tiga. Yang pertama kostum baju tidur. Psst baju tidur astronot kuning ini baru dibeli Bunda khusus untuk manggung. Soalnya Nandra biasa tidur pakai baju Gasibu yang 15ribu-an itu. Baju yang dicuci sekali gambarnya langsung bladus. Hihi. Makanya Bunda secara khusus beli baju tidur baru.
Foto bareng teman sekelas
Kostum ini dipakai untuk penampilan pertama "Aku Bersyukur" dan ternyata nandra ingat-ingat aja kog gerakannya gimana dan lagunya apa.. pyuh.. lega deh.
Kostum kedua adalah menjadi Pohon!
Bareng Rayhan dan Touriq
Yang (seharusnya) dipakai di "Melihat Pemandangan" dan "Guruku" . Cuma pas lagu "Guruku", Nandra ga mau pakai pohon lagi. Tadinya Nandra dapat posisi strategis di panggung. Berhubung panggungnya ga muat beberapa anak diminta turun ke tangga. Tadinya ga ada yang mau turun, begitu Ibu guru minta Nandra turun, nandra langsung mau. Anak baik sih.. hihi. Penurut. Jadi deeh dapat posisi agak-agak strategis.
Kostum terakhir adalah kostum pemain band. Pakai kaos yang dilukis sendiri dan celana jeans saja. Mereka lipsync lagu We Are The Champion nya Queen. Di akhir performance Nandra teriak-teriak karena kecekek tali gitar. Hihi...
Pentas seni selesai sekarang waktunya pengumuman juara-juara. Waktu teman-temannya satu-satu dipanggil naik ke atas panggung menerima hadiah dan piagam Nandra ngeliatin panggung terus. Dapat juara ga ya?
Yay!!! Dapat!! sebenarnya semua anak dapat sih.. hihi
Nandra juara intrapersonal. Dapat bingkisan berisi jam weker winnie the pooh, bros ikan, handuk kue, foto, dan gantungan pintu kamar tidur. Semuanya bikinan bu guru sendiri.
Selesai pembagian hadiah sekarang waktunya economic day, dimana orang tua beserta anak-anak belajar berjualan. Yang lain jualan makanan, Nandra jualan stiker. Tadinya mau jualan GantiBaju.com - nya Ayah, tapi mahal dan repot. Kalau stiker kan gampang dibawa terus ga perlu repot bikin. Selain itu anak-anak pasti doyan. Kalau satu beli yang lain insyaAllah kepingin beli juga. Hihi.
Teorinya Nandra dan Bunda yang jualan, kenyataannya Nandranya malah sibuk main. Bunda jualan sendiri deh, tapi karena nandra sibuk main Bunda sama sekali ga keluar uang buat beli-beli dagangan teman-teman yang lain. Ga ada yang minta dibeliin sih.. hihi.
Nandra sempat bantu-bantu jualan dengan keliling Tabuga sambil teriak "sticker..sticker.. siapa mau beli" saat semua anak sudah beli.. hihi. Jualannya lumayan laku. Untung sedikit, soalnya banyak sticker yang hilang karena ga dijaga Bunda yang asyik ngeliatin Nandra main flying fox. Hahaha.. Ga papa.. kan belajar.
Ini pertama kalinya Nandra flying fox dan langsung nagih minta lagi. Ckckckck. Satu kali fying fox di Tabuga kena biaya IDR 10rb. Flying foxnya bisa tandem sama orang tua. Mamanya Qasha yang lagi hamil juga ikutan dong. Bunda sih nonton aja ya dek.. hihi. Oh ya.. anak-anak PG yang masih dua tahun-an gitu pada berani dong flying fox sendirian. Hebat!
Acara kali ini ditutup dengan panen jagung dan hitung celengan. ga ada dokumentasinya karena baterai kameranya habis. Hihi. Happy Holiday semua!!! Nandra liburnya tiga minggu!